Ayo berlangganan untuk melanjutkan membaca
Ayo berlangganan untuk mendapatkan akses ke lanjutan pos ini dan konten lainnya khusus untuk pelanggan.
Ayo berlangganan untuk mendapatkan akses ke lanjutan pos ini dan konten lainnya khusus untuk pelanggan.
Semua orang akan terkejut dan kehilangan pemikiran diusia ini. Tepat seperempat abad. Usia 25 tahun bukan usia yang sulit namun cukup berat dijalani. Mungkin karena pada usia ini tempat-tempat yang dikunjungi bukan lagi tempat yang sama, serta aktifitas sehari-hari berbanding terbalik dengan kebiasaan sebelumnya.
Nyatanya kebutuhan setiap orang tidak berubah. Butuh tempat tinggal, makan, dan materi untuk mempertahankan kehidupan dihari berikutnya. Namun yang sangat disayangkan, segala kebutuhan yang sebelumnya dipenuhi oleh tempat bernaung yang kita sebut orang tua, kini tidak lagi difungsikan dengan penuh. Karena diri kita pada usia ini jauh lebih memiliki kemampuan atas itu.
Sikap maladaptif sering muncul pada sebagian orang di usia ini. Mungkin karena ada banyak sekali lubang kosong didalam diri kita yang sebelumnya terisi penuh di tempat bernaung pada akhirnya mencari isiannya sendiri. Lingkungan-lingkungan disekitar yang sangat beragam dan bervariasi tentu sangat menggiurkan untuk diselami. Warna-warni yang disajikan dunia pasti sangat menarik mata dan hati. Tapi apakah kita memiliki kemampuan yang cukup untuk mengeksekusinya? Atau kita malah menyerap sari-sari yang ada dengan hanya seadanya saja?
Tentunya penilaian tentang bagaimana bentuk diri kita pada usia matang merupakan tolak ukur dari pertumbuhan dan pengalaman apa saja yang kita ambil selama usia muda di tahun-tahun sebelumnya. Rancangan hidup yang dulunya penuh ambisi untuk menata karir kini dipertanyakan kembali. Persaingan yang ada sudah bukan berasal dari eksternal, melainkan dengan internal diri kita dalam membuktikan bagaimana diri kita berkembang.
Jauh dari persepsi manusia, lahiriah yang sudah ada bergerak keluar menjadi pemikiran dan tindakan yang diambil. Letaknya tepat ketika memposisikan diri menjadi individu yang berjuang untuk mendapatkan kelayakan hidup berdasarkan kenyamanan pribadi tanpa terdistorsi. Tidak sedikit orang yang kesulitan dalam hal ini karena patok kesuksesan yang ditancapkan orang-orang cenderung hampir sama. Sehingga banyak faktor kuat yang dapat mempengaruhi prosesnya.
Berpegang teguh dengan ilmu-ilmu yang didapat selama tahun ke tahun, mempercayai setiap pendidik yang sebelumnya pernah berusaha membentuk itu semua, menghargai pengalaman baik dan buruk sesuai porsinya, tentu timbangan sedikit dan banyak hanyalah muslihat. Semua orang pada usia 25 tahun melewati jumlah hari yang sama dengan keadaan matahari dari terbit sampai tenggelam memiliki waktu 24 jam secara konsisten.
Perbedaan dari rentang hidup setiap orang hanya terletak pada keberuntungan mendapatkannya dan kemampuan yang dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. Cara untuk mengoptimalkan segala kesempatan yang diberikan Sang Maha Pencipta–lah yang menentukan. Apakah kita telah mengerahkan segala tenaga yang kita bisa, atau kita hanya menggunakan kebermanfaatan dari yang diletakkan diatas meja saja.
